ENGINE AUXILIARY POWER UNIT CFM56
ENGINE AUXILIARY POWER UNIT CFM56
2.
Fungsi Auxiliary Power Unit
APU berfungsi untuk
men-supply atau memasok listrik untuk menghidupkan instrumen dan alat
kelistrikan lainnya. Selain itu, pasokan listrik juga digunakan untuk
menghasilkan udara bertekanan (pneumatik) atau yang disebut bleed air. Tenaga
pneumatik tersebut digunakan untuk mengoperasikan penyejuk udara atau Air
Conditioning Pack dan menghidupkan mesin pesawat. Namun, pada pesawat seperti
Boeing 737, untuk mengoperasikan penyejuk udara bukan menggunakan tenaga
pneumatik, melainkan menggunakan perangkat pengatur suhu dengan tenaga listrik.
Begitu pula engine start yang menggunakan tenaga listrik untuk memutar turbin.
Jadi, bisa dikatakan APU digunakan untuk menggantikan mesin dalam menyediakan
listrik dan tenaga pneumatik. APU secara otomatis dikendalikan oleh Electronic
Control Box (ECB) yang utamanya bertindak sebagai FADEC untuk pemantauan
kinerja dari bleed airdan pengaturan
kecepatan serta suhu.
Normalnya,
APU dinyalakan / disiapkan pada saat pesawat akan terbang. APU akan
dinonaktifkan / dimatikan pada saat mesin pesawat sudah menyala. APU akan
dinyalakan kembali setelah pesawat mendarat dan sebelum mesin dimatikan. Hal
tersebut bertujuan agar kelistrikan dan Air Conditioning Pack pada pesawat
tetap dapat digunakan. Pada saat terbang, APU juga bisa dihidupkan untuk
menggantikan generator yang rusak. Pada pesawat komersial yang memiliki mesin
ganda, biasanya memiliki satu generator dan satu bleed air / Air Conditioning
Pack di masing-masing mesinnya. Jika salah satu generator tidak berfungsi, maka
APU generator bisa digunakan sebagai penggantinya. Pemakaian APU untuk AC Pack
pada saat take-off atau lepas landas dapat menambah tenaga mesin yang
dikarenakan bleed air dari mesin tidak digunakan. Hal tersebut dapat
menghasilkan thrust atau daya dorong maksimum karena tenaga mesin yang
sebelumnya dipakai untuk bleed air akan dialihkan untuk menambah thrust atau
daya dorong.
§
Introduction GPU
GPU merupakan komponen yang memiliki
fungsi hampir sama dengan APU, yaitu mensuplai energi listrik ke beberapa
sistem pada pesawat. Akan tetapi, perbedaan yang jelas terlihat adalah GPU
merupakan alat yang letaknya tidak menyatu dengan pesawat, melainkan terpisah
dengan pesawat tersebut. GPU digunakan apabila APU mengalami kerusakan / tidak
berfungsi, selain itu GPU juga dapat digunakan untuk menghidupkan APU.
§
Metode Menyalakan Pesawat
Ada beberapa metode yang digunakan untuk
menyalakan pesawat, diantaranya:
§
Metode Electric
§
Metode Catridge
§
Metode Iso Propyl Nitrate
§
Metode Bleed Air atau Pneumatic
Diantara metode di atas, hanya dua yang
biasanya digunakan, yaitu metode electric dan bleed air atau pneumatic. Metode
electric banyak digunakan pada pesawat-pesawat yang memiliki ukuran kecil.
Prinsip kerjanya sama dengan menghidupkan mesin motor yang menggunakan dynamo
start. Kemudian ada metode yang paling popular untuk menghidupkan pesawat
(terutama turbofan), yaitu metode bleed air atau pneumatic. Prinsip kerjanya
adalah dengan cara menstimulus putaran mesin melalui turbin dan high pressure
compressor. Menstimulus dengan cara meniup high pressure compressor maksudnya
adalah meniup, tetapi yang meniup bukan manusia, melainkan tiupan dari bleed
air atau udara bertekanan tinggi dari APU. Udara bertekanan tinggi (bleed air)
yang dihasilkan dari APU digunakan untuk memutar high pressure compressor atau
turbin. Karena bleed air atau udara bertekanan tersebut sangat kuat, maka
terjadilah putaran pada high pressure dan turbin yang diimbangi dengan
semprotan bahan bakar sehingga menghasilkan pembakaran yang menyebabkan mesin
menyala secara mandiri tanpa memerlukan pancingan terlebih dahulu. Setelah
mesin pesawat menyala, kabel GPU akan dilepas dari pesawat. Untuk memantau
pergerakan putaran mesin saat dinyalakan, terdapat indicator yang disebut
Exhaust Gas Temperature yang terdapat pada cockpit.
Download : https://www.4shared.com/s/flKU9DeBeei
Download : https://www.4shared.com/s/flKU9DeBeei


Komentar
Posting Komentar