ENGINE FUEL SYSTEM CFM56-5A
ENGINE FUEL SYSTEM CFM56-5A
![]() |
Pada pesawat yang menggunakan engine
CFM56-5A ini, yaitu A319 dan A320, memiliki 3 fuel tank. Diantaranya 1 pasang
outer cells dan 1 pasang inner cells yang berada pada masing-masing wings atau
sayap pesawat dan 1 buah center tank yang berada pada fuselage atau badan
pesawat terbang. Total kapasitas dari fuel tank tersebut adalah sebagai
berikut:
A319 / A320
|
|
Two outer
cells
|
1 760 liter
(1408 kg)
|
Two inner
cells
|
13 849
liter (11 079 kg)
|
One center
tank
|
|
Pada center tank pesawat tersebut dapat
ditambah kapasitas bahan bakar sebesar 2.900 liter (2.320 kg). Penambahan
volume sebesar 2% tersebut dimaksudkan untuk menambah ruang tangki agar bahan
bakar tidak tumpah ketika mengalami gocangan. Setiap tangki secara terpisah
saling memiliki ventilasi pada ujung sayap yang dihubungkan oleh surge tank.
Terdapat vent valves berperan untuk memastikan operasi yang benar pada sistem
ventilasi.

Bahan
bakar bisa dikirim menuju engine dengan bantuan alat yang disebut booster
pumps. Alat tersebut berfungsi sebagai pendorong bahan bakar dengan sistem
pompa menuju engine. Setiap tangki dilengkapi dua booster pumps identik. Wing
tank pumps beroperasi secara permanen pada tekanan yang lebih rendah
dibandingkan center tank pumps. Jadi, ketika center tank pumps berhenti, engine
feed datang secara otomatis dari wing tank pumps untuk menyuplai bahan bakar
menuju engine. Pada setiap sayap, terdapat dua electrical transfer valves yang
secara otomatis terbuka untuk mentransfer bahan bakar dari outer tank cells
menuju inner cells tanks ketika muatan bahan bakar di inner cells tank mencapai
tingkat rendah, yaitu sekitar 750 kg.
2.
Control and Indications
§
Indications:
§
Fuel data (kuantitas dan suhu) yang
tersedia dari Fuel Quantity Indication (FQI) system.
§
Kuantitas bahan bakar secara permanen
ditampilkan pada upper ECAM DU.
§
Fuel system synoptic pada lower ECAM DU
ditampilkan sesuai ECAM logic.
§
Pada kondisi tidak normal, gangguan
pembacaan kuantitas bahan bakar dapat disebabkan oleh adanya gaya gravitasi
dari sayap.
3.
Component of Engine Fuel System
Fuel
Control Unit (FCU)
Fuel Control Unit adalah komponen yang
berfungsi mengatur jumlah bahan bakar yang akan masuk ke dalam combustion
chamber atau ruang pembakaran. Jumlah bahan bakar yang akan masuk disesuaikan
dengan jumlah udara yang masuk ke dalam combustion chamber. Biasanya, rasio
atau perbandingan antara bahan bakar dan udara yang masuk sebesar 1 : 14,7. Dalam
pengaturan jumlah udara yang masuk, FCU terhubung dengan variable stator vane
ataupun inlet guide vane.
§
Fuel Pump
Sebuah Fuel pump atau
pompa bahan bakar adalah komponen penting pada kendaraan atau perangkat
bermesin pembakaran internal lainnya, baik kendaraan darat, laut, dan udara.
Fuel pump adalah salah satu bagian dari aircraft fuel system atau sistem bahan
bakar pesawat. Sesuai standar, pump tebagi menjadi dua, yaitu main pump dan
emergency pump. Main pump berfungsi menghasilkan bahan bakar yang bertekanan
dengan alasan untuk mempercepat dan mempermudah proses pembakaran di dalam
combustion chamber. Pump ini terletak pada engine yang terhubung oleh accesory gear box
yang biasa disebut dengan Fuel Engine Driven Pump (EDP) dan memiliki daya tekan
kurang lebih 1000 Psi. Pump ini memiliki beberapa tipe, antara lain Gear Pump,
Gear Rotor Pump, dan Piston. Dari ketiga jenis pump tersebut, yang sering
digunakan adalah tipe piston karena memiliki daya tekan yang paling besar. Type
piston juga terbagi dalam 2 (dua) tipe, yaitu Constant Volume Pump dan Variable
Volume Pump. Namun, pada akhir-akhir ini lebih banyak digunakan type Variable
Volume Pump.
Fuel
filter adalah suatu komponen yang tidak bisa dipisahkan dari fuel system karena
perannya yang sangat penting. Fuel filter berfungsi menyaring kotoran yang ada
di dalam bahan bakar sebelum masuk ke combustion chamber. Hal tersebut
bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pembakaran sehingga menghasilkan
daya dorong atau thrust dengan performa yang maksimal. Selain menghasilkan
thrust yang maksimal, proses penyaringan dilakukan untuk mengurangi risiko
kotornya combustion chamber atau ruang bakar akibat kotoran yang mungkin
tersisa.
§
Fuel Valve
Dalam dunia
penerbangan, fuel valve atau katup bahan bakar memiliki peran penting dalam
aircraft fuel system atau sistem
bahan bakar pesawat. Fuel valve digunakan untuk menutup / memberhentikan aliran
bahan bakar yang bisa membantu route atau rute bahan bakar menuju lokasi yang
diperintahkan. Pada sistem bahan bakar pesawat besar, diharuskan memiliki
banyak valve atau katup. Cara kerja dari kebanyakan fuel valve hanya membuka
dan menutup sesuai perintah computer yang telah diatur. Terdapat beberapa jenis
valve pada sistem bahan bakar pesawat, misalnya, shutoff valve, transfer valve,
crossfeed valve. Fuel valve dapat dioperasikan secara manual, dioperasikan
secara solenoid, atau dioperasikan oleh motor listrik.
§
Fuel Tank
Fuel tank adalah salah satu komponen
pada sistem bahan bakar yang memiliki fungsi menampung bahan bakar. Pesawat
pada umumnya memiliki 3 fuel tank, yaitu 2 main tank dan 1 center tank.
Main tank terletak pada bagian wings atau sayap kanan dan kiri, sedangkan
center tank terletak pada bagian fuselage atau badan pesawat.
§
fuel Indicator
Pada pesawat terbang, semua sistem bahan
bakar haruslah memiliki beberapa indikator. Indikator tersebut berguna untuk
mengatur / menyesuaikan kuantitas dari komposisi bahan bakar, misalnya aliran,
tekanan, dan suhu bahan bakar. Pada era modern seperti saat ini, hal tersebut
haruslah dikontrol oleh sistem komputerisasi yang ada di pesawat. Komponen yang
membantu pengontrolan adalah valve position indicator dan beberapa lampu yang
mengindikasikan suatu peringatan.
§
Booster Pump
Booster pump adalah sebuah mesin yang
berfungsi meningkatkan tekanan fluida. Komponen tersebut dapat digunakan pada
fluida yang memilikin fase cairan atau gas. Detail konstruksi dari komponen
tersebut bergantung dari fase fluida itu sendiri. Booster pump juga dapat
dikatakan sebagai kompresor, karena fungsinya yang hampir sama, yaitu
meningkatkan tekanan fluida (khususnya fase gas) yang ada di lingkungan.
Booster pump dapat digunakan untuk meningkatkan tekanan gas, mentransfer gas
tekanan tinggi, dan pengisian tabung gas. Booster pump juga memiliki fungsi
yang menyerupai transfer pump, yaitu memindahkan / mentransfer bahan bakar
dengan dorongan pompa. Akan tetapi, booster pump mentransfer bahan bakar dengan
tekanan 20 psi dari tangki menuju fuel pump.
§ Fuel Transfer Pump
Fuel transfer pump berfungsi
memindahkan bahan bakar dari tangki yang satu ke tangki yang lain menggunakan tenaga yang
dihasilkan oleh pompa. Terutama dari bagian main tank (berada di bagian wing /
sayap pesawat) menuju center tank (berada di bagian fuselage / badan pesawat).
Proses pemindahan tersebut bertujuan untuk menjaga kestabilan saat pesawat
dalam keadaan cruising. Fuel transfer pump tersebut digerakkan menggunakan
elektrikal motor dengan kapasitas 24 – 28 Volt DC.
§
Fuel Nozzle
Fuel nozzle adalah
komponen yang dirancang untuk mengontrol arah, laju, kecepatan, massa, bentuk,
tekanan, dan karakteristik dari aliran bahan bakar atau bahan bakar. Pada engine pesawat terbang,
fuel nozzle berperan sebagai saluran terakhir yang menyemprotkan bahan bakar
berupa kabut atau spray menuju ruang pembakaran atau combustion chamber.
Semakin sempurna kualitas penyemprotan, maka semakin sempurna pula proses
pembakaran yang terjadi. Menurut cara kerjanya, fuel nozzle terbagi menjadi 2
(dua), yaitu automizing dan vapourizing. Jika menurut bentuknya, terbagi
menjadi 2 (dua), yaitu simplex dan duplex. Beberapa jenis dari fuel nozzle
dibuat untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan.
§
Fuel Shut Off Valve
Fuel shut off valve adalah suatu
komponen yang sama dengan namanya yaitu memiliki fungsi sebagai pemutus dan
penghubung aliran bahan bakar yang akan masuk ke dalam sistem bahan bakar
pesawat. Pada umumnya, komponen tersebut digerakkan menggunakan motor listrik
berkapasitas 24 – 28 Volt DC. Selain fuel shut off valve, juga terdapat fuel
shut off solenoid yang memiliki fungsi sama dengan fuel shut off valve, hanya
saja berbeda cara kerja. Fuel shut off solenoid memiliki tuas berupa saklar
otomatis yang mengandalkan tenanga listrik.
Jadi, setelah memahami engine fuel
system pada engine CFM56-5A dapat disimpulkan bahwa setiap komponen pada engine
fuel system saling memiliki peran yang saling berhubungan satu sama lain. Mulai
dari tangki yang sumber bahan bakar sampai menuju engine yang membutuhkan bahan
bakar untuk melakukan pembakaran dan menghasilkan thrust.
Download : https://www.4shared.com/s/fs7Xme5ooca
Download : https://www.4shared.com/s/fs7Xme5ooca

Komentar
Posting Komentar