ENGINE OPERATION CFM56-5A
Saat engine beroperasi, udara
yang masuk ke dalam engine melewati beberapa proses yang didukung dengan adanya
komponen-komponen. Berikut adalah beberapa komponen yang terdapat pada engine
CFM56 – 5A yang memakai sistem turbofan:
§
Spinner
(Aerospike atau spike)
Spinner adalah bagian dari inlet mesin pesawat yang
runcing ke depan. Spinner dibuat bukan tanpa alasan dan tujuan,
melainkan berfungsi sebagai pengubah kecepatan udara saat terbang dengan
kecepatan transonik (0.8 – 1.2 Mach). Hal ini dilakukan karena syarat
pembakaran di dalam combustion chamber atau ruang pembakaran harus bergerak
dengan kecepatan subsonik. Jika pesawat bergerak dengan kecepatan di atas 1
Mach, dibutuhkan suatu alat yang berfungsi menurunkan kecepatan udara menjadi
subsonik ketika masuk ke dalam engine yang nantinya akan diubah menjadi
energi mekanik sehingga dapat menghasilkan gaya dorong atau thrust.
§
Fan dan
Low Pressure Compressor (Booster)
Fan dan booster adalah suatu komponen yang
dikendalikan oleh turbin tekanan rendah atau low pressure turbine dan berperan memberikan dua aliran
udara terpisah, yaitu aliran primer dan sekunder. Aliran udara primer adalah
aliran udara yang mengalir melalui bagian fan dan booster kemudian masuk ke dalam engine di
mana udara akan dikompresi untuk dimasukkan ke dalam kompresor tekanan tinggi
atau high pressure compressor,
sedangkan aliran udara sekunder adalah aliran udara yang secara mekanis
dikompresi oleh fan ketika memasuki engine dan
disalurkan ke bagian luar mesin inti. Pada engine CFM56-5A ini terdapat 1 stage fan dan
3 stage booster. Stage adalah
sebutan untuk jumlah susunan blade kompresor aksial. Kompresor aksial disusun
semakin ke belakang semakin kecil dengan diameter duct yang
juga semakin kecil. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan udara karena
pengecilan diameter mesin. Secara persentase, distribusi gaya dorong atau thrust yang
dihasilkan dari aliran udara sekunder lebih besar dibandingkan aliran udara
primer, yaitu 75 – 85 %. Pada mesin CFM56-5A ini, memiliki by-pass ratio 6
: 1.
§
High
Pressure Compressor
Kompresor
adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida, yaitu gas
atau udara. Pada engine pesawat terbang, kompresor digunakan
untuk meningkatkan tekanan udara yang akan dibakar di dalam combustion chamber. Tujuan peningkatan tekanan adalah
untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, sebab pada saat pesawat udara
beroperasi yaitu terbang di ketinggian (pada mesin turbofan ketinggian maksimum
yang dapat dicapai sekitar 35.000 ft) maka temperatur udaranya sangat rendah
sehingga sangat sulit untuk dilakukan pembakaran. Pada engine CFM56-5A
ini menggunakan kompresor dengan tipe aksial, yang berarti kompresor tersebut
menekan udara searah atau sejajar dengan garis sumbu mesin atau kearah horizontalmenggunakan blade. Keuntungan kompresor dengan tipe aksial adalah
massa dari bladecukup ringan
dan massa udara yang dikompresi sangat besar. Akan tetapi, kelemahan pada
kompresor ini adalah jika blade lepas, maka mesin bisa meledak dan
jika blade yang terlepas tersedot ke belakang,
maka akan merusak komponen lain di belakangnya. Pada engine CFM56-5A ini
menggunakan kompresor bertekanan tinggi atau high pressure compressor dengan 9 stage. Selain itu, engine ini menggunakan sistem two-spool, yang berarti dua rotor beroperasi secara
independen antara satu sama lain atau dapat dikatakan penghubung antara low pressure compressor dengan low pressure turbine sertahigh pressure compressor dengan high pressure turbine. Spool adalah
ukuran untuk menyebut jenis susunan kompresor dan turbin.
§
Combustion
Chamber
§
Combustion chamber atau ruang pembakaran
merupakan sebuah komponen dari turbin gas di mana pembakaran terjadi. Dalam
mesin turbin, ruang bakar atau combustion chamber diumpankan
suatu udara bertekanan tinggi oleh sistem kompresi atau kompresor. Combustion chamber kemudian
memanaskan udara pada tekanan konstan. Setelah pemanasan, udara melewati ruang
bakar melalui bantuan baling-baling nozzle menuju ke turbin. Ruang pembakaran
dibuat secara struktural terletak diantara kompresor tekanan tinggi atau high pressure compressor dan turbin tekanan rendah ataulow pressure turbine.
Hal ini bertujuan untuk memberikan interface secara
struktural dan mentransmisikan beban mesin secara aksial, dan memberikan jalur
aliran gas antara kompresor dan low pressure turbine.
Cara kerja combustion chamber, yaitu
udara yang masuk akan diberi ignition sampai suhu atau temperaturnya tinggi
dan barulah disemprot oleh fuel. Biasanya
dalam satu enginehanya
terdapat dua buah ignitor yang bertujuan untuk membantu pembakaran pada jenis can dan can-annular. Pada engine CFM56-5A ini memiliki 20 fuel nozzles dan
2 ignitor plugs. Setelah proses ignition, pembakaran akan menyebar di daerah ruang
pembakaran di mana campuran bahan bakar dan udara secara sempurna dapat
terbakar. Hanya sekitar sepertiga sampai setengah dari jumlah udara yang
diperbolehkan masuk ke dalam ruang pembakaran. Dari jumlah tersebut, hanya
sekitar seperempat yang digunakan dalam proses pembakaran. Gas hasil pembakaran
bertemperatur sekitar 3500 ˚F (1900 ˚C). Sebelum memasuki turbin, gas hasil
pembakaran harus didinginkan sampai separuh dari temperatur tersebut. Jadi,
fungsi ruang pembakaran adalah tempat mencampur udara dGas turbine engine adalah suatu alat yang
memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan pembakaran
internal. Di dalam gas turbine engine,
energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan
yang memutar roda turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem gas turbine yang paling sederhana terdiri dari
tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas. Pada engine CFM56-5A ini menggunakan 1 stage high pressure turbine dan 4 stage low pressure turbine. Pada low pressure turbine,
disusun semakin ke belakang semakin besar dengan diameter ductyang juga semakin besar. Hal ini bertujuan untuk
mengurangi tekanan udara setelah melewati combustion chamber dan high pressure turbine diameter engine.
Udara yang diterima turbin dari hasil
pembakaran dialirkan melalui suatu nozzle yang
berfungsi untuk mengarahkan aliran udara tersebut ke sudut-sudut turbin. Proses
di dalam turbin akan menghasilkan daya yang berguna untuk memutar kompresor dan
memberikan gaya dorong pada mesin. Setelah melewati turbin, udara tersebut akan
dibuang keluar melalui saluran buang atau exhaust. Pesawat
terbang A320-200 menggunakan mesin CFM56-5A di mana memiliki sistem kerja
turbin yang biasanya disebut turbin poros ganda atau double shaft. Turbin jenis ini merupakan turbin gas
yang terdiri dari high dan low pressure turbine. Selain itu, turbin memiliki
bagian yang disebutturbine section yang berfungsi
untuk mengkonversi energi kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai
penggerak kompresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya total yang
dihasilkan kira-kira 60% digunakan untuk memutar kompresornya, dan sisanya
digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.
Jadi, ketika berada di dalam turbin,
udara dari ruang pembakaran dalam bentuk ekspansi gas panas akan dikonversikan
menjadi energi dorong. Selain itu, energi dorong yang dihasilkan ini akan
memutar turbin bertekanan tinggi atau high pressure turbine yang
terhubung langsung dengan kompresor tekanan tinggi atau high pressure compressorsehingga kompresor bertekanan
tinggi tersebut dapat berputar. Energi dorong tersebut juga menggerakkan turbin
bertekanan rendah atau low pressure turbine yang
terhubung langsung dengan kompresor tekanan rendah atau low pressure compressor, dan sisanya merupakan gaya
dorong untuk pesawat.
an bahan bakar dengan diberi percikan api oleh ignitor sehingga
menghasilkan ekspansi gas panas yang akan diumpan ke turbin
Turbine
Gas turbine engine adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai
fluida untuk memutar turbin dengan pembakaran internal. Di dalam gas turbine engine, energi kinetik dikonversikan
menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar roda turbin
sehingga menghasilkan daya. Sistem gas turbine yang paling sederhana terdiri dari
tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas. Pada engine CFM56-5A
ini menggunakan 1 stage high pressure turbine dan 4 stage low pressure turbine. Pada low pressure turbine,
disusun semakin ke belakang semakin besar dengan diameter ductyang juga semakin besar. Hal ini bertujuan untuk
mengurangi tekanan udara setelah melewati combustion chamber dan high pressure turbine diameter engine.
§
Exhaust
Exhaust adalah tempat pembuangan udara dari seluruh proses yang telah dialami
di dalam engine. Exhaust menerima udara yang telah dikonversi
menjadi energi mekanik oleh turbin. Energi inilah yang menjadi daya bagi engine untuk menggerakkan pesawat. Gaya dorong
yang dihasilkan oleh pembakaran sebenarnya hanya 15% – 25%. Gaya dorong pesawat
yang terbesar justru pada fan atau low pressure compressor, yaitu sebesar 75% – 85%.
Setelah menjelaskan setiap komponen
dari engine CFM56-5A, dapat kita simpulkan bahwa udara
yang masuk ke dalam engine awalnya
akan bertemu spinner sebagaimana fungsinya untuk mengurangi kecepatan udara
menjadi subsonik (0.3 – 0.8 Mach) ketika pesawat memiliki kecepatan transonik.
Setelah melewati spinner, udara akan melewati 1stage fan dan 3 stage booster (low pressure compressor) yang berfungsi
mengarahkan atau membagi dan mendorong udara sehingga menghasilkan dua aliran
terpisah, yaitu aliran udara primer (masuk ke dalam engine inti) dan sekunder (masuk ke luar engine inti). Kemudian, udara primer akan
mengalami proses kompresi yang didukung oleh komponen kompresor untuk
meningkatkan tekanan udara. Pada proses ini, udara akan melewati 9 stage high pressure compressor. Setelah udara
mengalami peningkatan tekanan, akan masuk ke dalam combustion chamber untuk proses pembakaran yang
akan menghasilkan ekspansi panas. Di dalam combustion chamber,
awalnya udara akan diberiignition untuk
meningkatkan suhu atau temperatur dengan tujuan mempermudah proses pembakaran
sehingga meningkatkan efesiensi bahan bakar. Setelah memiliki suhu tinggi,
kemudian udara disemprotkan dengan fuel sehingga
menghasilkan ekspansi gas panas. After that, udara
diumpan menuju turbin untuk mengubah udara dalam bentuk ekspansi gas panas
menjadi energi dorong dan menggerakkan kompresor yang terhubung dengan turbin
melalui shaft. Di dalam turbin, terjadi 1 stage high pressureturbine dan 4 stage low pressure turbine. Setelah menjadi energi dorong,
udara akan diumpan menuju exhaust yang berperan sebagai area pembuangan udara
untuk diaplikasikan sebagai gaya dorong atau thrust dari pesawat terbang.
Download : https://www.4shared.com/s/fx_7DFlZ0ca

Komentar
Posting Komentar